Sayap-sayap hitam membentang
Puluhan waktu serentak berdentang
Arah pun berubah pandang
Gumpalan angan belomba pasang
Degup jantung bergemuruh
Bias kaca buram mengisi seluruh
Sayup-sayup bayu selirih berbisik
Segara, tak kunjung habis tuan kau usik
Tiada sesal engkau
Maafkan ruh kami
Lupakan lika-liku kami
Kau tuli
Tapi kau tak buta
Murka
Kau telan mentah dosa-dosa
Namun tak sepantasnya kau korbankan mereka
Ia yang tak pernah mengenal dosa
Namun aku berpegang hati
Garismu tak pernah salah mengisi
Arah pun berubah pandang
Gumpalan angan belomba pasang
Degup jantung bergemuruh
Bias kaca buram mengisi seluruh
Sayup-sayup bayu selirih berbisik
Segara, tak kunjung habis tuan kau usik
Tiada sesal engkau
Maafkan ruh kami
Lupakan lika-liku kami
Kau tuli
Tapi kau tak buta
Murka
Kau telan mentah dosa-dosa
Namun tak sepantasnya kau korbankan mereka
Ia yang tak pernah mengenal dosa
Namun aku berpegang hati
Garismu tak pernah salah mengisi
0 komentar:
Posting Komentar