Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 14 Januari 2014

Sahabat

Sahabatku…
Seberat apapun masalahmu, sekelam apapun beban hidupmu jangan pernah berlari darinya ataupun bersembunyi. Agar kau tak akan bertemu dengannya atau agar kau bisa menghindar darinya.

Sahabat…
Seberapa jauhpun kau berlari dan sedalam apapun kau bersembunyi dia pasti akan menemuimu dalam sebuah episode kehidupanmu.

Sahabatku…
Alangkah indahnya bila kau temui ia dengan dada yang lapang. Persilahkan ia masuk dalam bersihnya rumah hati dan mengkilapnya lantai nuranimu. Hadapi ia dengan senyum seterang mentari pagi
ajak ia untuk menikmati hangatnya teh kesabaran ditambah sedikit penganan keteguhan.

Sahabat…
Dengan begitu sepulangnya ia dari rumahmu akan kau dapati dirimu menjadi sosok yang tegar
dalam semua keadaan dan kau pun akan mampu dan lebih berani untuk melewati lagi deraan kehidupan dan yakinlah sahabat, kaupun akan semakin bisa bertahan kala badai cobaan itu menghantam.

Sahabat...
Dengarkanlah sekedar pintaku ini
Aku ingin mencurahkan luapan isi hatiku
Telah lama engkau tahu diriku terbeban perih
Hanya engkau yang berkenan menemani hidupku
Tiada yang sebaik dirimu
Tak setulus teduh caramu
Tak semurni palung sikapmu
Yang menguatkan semangatku (harapanku)
Sebelum tiba saat rebahkan tubuhku
Sebelum tiba saat lepaskan jiwaku
Sahabat dengarkanlah repihan isi hatiku
Aku ingin engkau tahu berartinya kau bagiku
Sesungguhnya tubuh ini tak mampu bertahan lagi
Meski hanya untuk bisa menggenggam tanganmu
lagu dari padi-repihan hati”


Sahabat…
Ku tahu kau tak pernah menatap ku dan kau tahu ku tak pernah menatap mu
Sehingga kita sama-sama tahu persahabatan antara kita masih ada
Meski badai menentang tuk berkelahi dan meski hutan merapat tuk menghalangi
Tapi persahabatan tak pernah pupus juga tak pernah putus
Walaupun tanpa suara, walaupun tanpa sua
Biarkan persahabatan antara kita tetap deras sampai tak berbekas

0 komentar:

Posting Komentar